Pertemuan dengan Majelis Rakyat Papua (MRP)

Sebagai tindak lanjut kegiatan Gelar Senat, tim Institut USBA bersama perwakilan masyarakat adat melaksanakan audiensi resmi dengan Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRPBD) pada 6 Oktober 2025. Audiensi ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan bentuk akuntabilitas politik masyarakat adat dalam menagih komitmen konstitusional MRP sebagai representasi kultural Orang Asli Papua (OAP). Dalam kesempatan tersebut, tim Gelar Senat yang diprakarsai oleh Institut USBA menyampaikan hasil Gelar Senat berupa Delapan Maklumat Gelar Senat. Kegiatan ini menjadi fondasi awal bagi kolaborasi jangka panjang antara masyarakat adat, lembaga pemerintah, dan mitra pembangunan untuk memperkuat pengakuan, perlindungan, dan pemberdayaan masyarakat adat sebagai penjaga sah tanah leluhur dan warisan kebudayaan Raja Ampat.

Gelar Senat Raja Ampat

Sebagai tindak lanjut langsung dari proses sosialisasi, Institut USBA menyelenggarakan Gelar Senat Raja Ampat pada 1–3 Oktober 2025 di Hotel Mariat, Sorong, bekerja sama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Adat Raja Ampat. Kegiatan ini dikemas dalam sebuah forum Dialog Kebudayaan dan Penguatan Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam. Forum ini mempertemukan pemimpin adat, tokoh perempuan dan pemuda, akademisi, Lembaga Masyarakat Adat, Dewan Adat Suku (DAS), Dewan Adat Sub Suku (DASS), LSM, DPRK, DPRP, dan MRP, Perwakilan Pemda Provinsi Papua barat Daya, Perwakilan Pemda Raja Ampat serta media, menjadikannya momentum penting untuk konsolidasi sosial, politik, dan kultural masyarakat adat Raja Ampat. Dari proses musyawarah ini, lahir Delapan Maklumat Gelar Senat Raja Ampat, yang menjadi dokumen politik, moral, dan strategis masyarakat adat dalam memperkuat posisi kolektif mereka terhadap kebijakan publik dan tata kelola sumber daya alam. Delapan Maklumat Gelar Senat