Sosialisasi Buku Sejarah Sub Suku Usba di Raja Ampat

Setelah diluncurkan di ibu kota, Institut USBA bersama para peneliti, tokoh adat, dan mitra kebudayaan melanjutkan langkah berikutnya: membawa kembali buku tersebut ke tanah asalnya.

Kegiatan ini diberi makna sebagai pengembalian “buku” kepada pemilik adat. Buku yang semula ditulis berdasarkan kisah, ingatan, dan pengetahuan masyarakat Usba, kini dikembalikan sebagai bentuk penghormatan dan tanggung jawab intelektual. Prosesi ini dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan adat setempat, diawali dengan doa dan sambutan para tetua adat di rumah tua, disertai simbol penyerahan buku sebagai tanda kembalinya cerita kepada asalnya.

Dalam perjalanan sosialisasi ini, tim Institut Usba melakukan kunjungan ke tiap kampung dan marga di wilayah Raja Ampat, membagikan buku dan mengadakan diskusi terbuka bersama masyarakat. Buku tidak hanya dibaca, tetapi diperbincangkan kembali, diperiksa bersama, dan diberi ruang untuk menerima masukan, koreksi, atau tambahan cerita dari para pemilik ingatan.

Dalam suasana yang akrab dan penuh makna, buku ini menjadi alat untuk membangun kembali dialog antar komunitas adat, mempertemukan versi-versi cerita yang berbeda, dan memperkaya catatan sejarah yang telah ditulis. Sosialisasi ini tidak hanya memperkuat akurasi isi buku, tetapi juga menjadikan masyarakat adat sebagai subjek utama dalam produksi dan validasi pengetahuan tentang dirinya sendiri.

Comments are closed

Kategori