Penulisan sejarah Sub Suku Usba lahir dari kesadaran kolektif dari masyarakat Usba melalui Dewan Adat Sub Suku Usba untuk merekam jejak, meneguhkan identitas, dan menyalakan kembali ingatan tentang akar-akar kebudayaan. Upaya ini bukan semata pencatatan peristiwa masa lalu, tetapi juga merupakan perjalanan pengetahuan.
Penulisan sejarah ini menjadi bagian dari proses repatriasi pengetahuan: mengembalikan kisah ke asalnya, dan memastikan bahwa ingatan kolektif tetap hidup dalam generasi masa kini dan mendatang.
Kerja penulisan dilakukan selama 6 bulan, yang terdiri dari proses riset, studi kepustakaan dan historiografi. Tim penulis terdiri dari peneliti kebudayaan Lisa Febriyanti, R.D. Mahendra Uttunggadewa yang didukung oleh generasi muda Usba Hilton Rumbewas, Matias Daud Rumbewas, Franz Meru Mambrisauw, Almendo Imbir, Matius Imbir, dan fotografer F. Alves Fonataba.
Di bawah payung Institut USBA, karya-karya sejarah ini disusun dengan semangat keterbukaan, kolaborasi, dan penghormatan terhadap adat.
Mengundang Dewan Adat Suku Byak
Sebelum riset buku dimulai, Dewan Adat Sub Suku Usba menyelenggarakan rapat kerja pengurus untuk menginisiasi jalannya riset. Dalam rapat kerja tersebut, hadir Dewan Adat Suku Byak yang memberikan wawasan awal kebudayaan Byak. Seperti diketahui, sebagian besar leluhur masyarakat Usba berasal dari Pulau Biak. Wawasan ini menjadi konteks riset yang penting untuk memahami motivasi migrasi dan kesejarahan suku Byak.
Wawancara Tiap Marga
Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah wawancara mendalam dengan tiap marga yang tergabung dalam struktur sosial masyarakat Usba. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di berbagai kampung dan pulau di wilayah Kepulauan Ayau, Meosbekwan dan Rauki, dengan melibatkan para tetua adat, kepala marga, dan generasi muda.

Wawancara dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan kultural, menempatkan narasumber bukan sekadar sebagai pemberi informasi, tetapi sebagai penjaga pengetahuan (knowledge keeper) yang memelihara memori kolektif marga masing-masing. Setiap marga memiliki kisah asal-usul, perjalanan leluhur, dan hubungan genealogis yang unik, sehingga proses wawancara menjadi sarana penting untuk memahami mosaik sejarah Sub Suku Usba secara utuh.
Merajut Kisah dari Pulau ke Pulau
Observasi dan wawancara selama lebih dari 14 hari dengan mengitari Kepulauan Raja Ampat. Melakukan perjalanan lintas pulau, di mana tim penulis mendatangi komunitas dan suku-suku lain yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Usba. Perjalanan ini dilakukan ke sejumlah pulau di gugusan Ayau, juga kampung-kampung di Kabare, Saleo, Arborek, Meosmansar, Yenbuba, Warsamdin, Arefi, Sop, Doom dan Sorong, yang masih menyimpan jejak hubungan genealogis dan kultural dengan masyarakat Usba.

Perjalanan penulisan buku ini menempuh 27 titik lokasi kampung dan kota dengan mengambil data dari 68 narasumber secara komprehensif.
Tujuan utamanya ialah menelusuri jejaring asal-usul (network of origins), bagaimana para leluhur Usba berinteraksi, membentuk ikatan perkawinan, pertukaran pengetahuan, dan hubungan dagang maupun spiritual dengan suku-suku lain.
Sekilas Konten Buku
Buku ini berisi berhasil disusun sebagai dokumentasi awal dan catatan memori kolektif masyarakat USBA. Salah satu kerja berharga yang dilakukan tim penulis adalah menyusun genealogi masing-masing narasumber dan menyatukannya menjadi satu peta besar jaringan kekerabatan Usba.
Selain itu pengetahuan lain yang berhasil disusun dalam buku ini antara lain:
- Asal-usul marga dan garis keturunan, yang menjadi dasar pembentukan identitas sosial dan hubungan kekerabatan antar marga.
- Jejak migrasi dan pergerakan leluhur, baik melalui jalur laut maupun darat, yang menjelaskan penyebaran komunitas Usba di berbagai pulau.
- Peran masing-masing marga dalam kehidupan adat, seperti marga penjaga wilayah laut, penjaga upacara, atau pemegang benda pusaka.
- Cerita tentang pertemuan dengan kelompok luar, termasuk masa perdagangan, kolonialisme, dan pembentukan hubungan antar suku.
- Nilai dan ajaran leluhur yang masih dipegang hingga kini, terutama yang berkaitan dengan keseimbangan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam.
Informasi lebih lanjut seputar isi dan pemesanan buku dapat dilakukan dengan menghubungi email: institut.usba@gmail.com

Comments are closed