PROFIL

Sekapur sirih

Di bumi Papua yang penuh dengan kehidupan dan makna, kami percaya bahwa pengetahuan bukan sekadar pewarisan ilmu, melainkan sebuah perjalanan membangun kebijaksanaan, membentuk jiwa, dan meneruskan semangat leluhur ke dalam masa depan yang cerah. Bersama komunitas, mitra, dan para pemangku kepentingan, kami melangkah maju bukan untuk menaklukkan alam, tetapi untuk hidup berdampingan dalam harmoni untuk membangun peradaban yang berakar pada keseimbangan, kesetaraan dan kebersamaan. Manusia, Alam dan Budaya.

Salam hangat dari Tanah Papua

Charles Imbir, Direktur Institut USBA

Charles Imbir

Perjalanan Institut USBA

Sebuah dialog berkelanjutan dengan tanah, laut, para tetua, dan masa depan.

Institut USBA tumbuh dari pengalaman selama bertahun-tahun di Papua, melalui advokasi budaya, pendidikan, pelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat.

Sebelum organisasi ini lahir, para pendirinya telah lama bekerja bersama komunitas adat: memfasilitasi pembelajaran dari akar rumput, menghidupkan kembali pengetahuan tradisional, mengembangkan potensi generasi muda, serta memperkuat kemandirian di desa maupun kota. Upaya-upaya ini bukanlah kerja yang terpisah, melainkan sebuah dialog berkelanjutan dengan tanah, laut, para tetua, dan masa depan.

Pendiriannya secara resmi pada tahun 2025 bukanlah sebuah awal, melainkan sebuah kelanjutan dari komitmen bersama untuk membangun peradaban yang cerdas, bermartabat, dan selaras dengan alam.

Hari ini, kami berjalan bersama komunitas, bukan di depan mereka. Program-program kami lahir dari mendengarkan, bersama-sama berkarya, dan menghormati kearifan leluhur serta inovasi masa kini. Dari pendidikan hingga kewirausahaan, dari revitalisasi budaya hingga pengelolaan ekologi, kami berdiri bersama masyarakat adat, meraih masa depan yang berkelanjutan dan adil.

Mungkin kami baru sebagai lembaga. Namun perjalanan kami telah lama dimulai, dan terus berlanjut, dibawa oleh mereka yang percaya bahwa perubahan sejati bermula dari dalam komunitas itu sendiri.

Visi

Menjadi pusat pelestarian dan pemajuan kebudayaan Papua melalui keterlibatan masyarakat adat secara partisipatif dan berkelanjutan dalam harmoni antara manusia, budaya, dan alam, demi sebesar-besarnya kesejahteraan bersama di Raja Ampat dan Tanah Papua.

Menjadi pusat dokumentasi pengetahuan transdisipliner yang mampu menjawab berbagai tantangan kompleks kemanusiaan dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan nilai-nilai kearifan lokal.

Misi

Melestarikan dan Menguatkan Kearifan Lokal

Mendokumentasikan, meneliti, dan menyebarluaskan keragaman budaya serta tradisi masyarakat adat Papua sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

Membangun Sinergi Inovatif

Menghubungkan masyarakat adat, akademisi, dan praktisi untuk menciptakan solusi berkelanjutan dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

Menyediakan Akses terhadap Pengetahuan, Pendidikan, dan Ekonomi Berkelanjutan

Meningkatkan kapasitas masyarakat lokal melalui akses informasi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.

Menjadikan Raja Ampat dan Tanah Papua sebagai Pusat Kajian Global

Mengembangkan Raja Ampat sebagai pusat studi internasional mengenai keanekaragaman hayati, kearifan lokal, dan strategi inovatif dalam pengelolaan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.

Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Mengembangkan strategi adaptasi berbasis kearifan lokal dan didukung teknologi untuk menghadapi dampak perubahan iklim, seperti naiknya permukaan laut, degradasi ekosistem, dan ancaman terhadap sumber daya alam masyarakat adat.

KELEMBAGAAN INSTITUT USBA

Secara kelembagaan, Institut USBA berdiri dengan dalam naungan Yayasan Unggul Sinergi Byak Abadi.

Disahkan melalui KEPUTUSAN MENTERI HUKUM REPUBLIK INDONESIA

AHU-0007962.AH.01.04 TAHUN 2025

TIM INSTITUT USBA

Dewan Pembina: Wenan Imbir, Donald Renato Heipon, Roni Rumelus Rumbewas

Dewan Pengawas: Kies Burdam, Lovesye Umpes, R. D. Mahendra Uttunggadewa

Pengurus Eksekutif: Charles Imbir (Direktur), F. Alves Fonataba (Manager Program), Lisa Febriyanti (Manager Operasional)

Badan Pekerja: Rudi Dimara (Ekologi Laut), R. Tawaru (Ekologi Hutan), Filip Imbir (Media dan Komunikasi)